Kisah Pemuda DERHAKA Hidang Daging ‘Khinzir’ Buat Ibu Berbuka Puasa, Bila Ibu Meninggal Lihat Apa Berlaku!

Ibu tua minta tolong anaknya ini belikan barang untuk dimasak buat berbuka puasa, anaknya yang tidak berpuasa ingkar dan melawan. setelah disuruh berkali-kali, anak mula naik angin lalu pergi membeli daging ‘khinzir’ untuk kenakan ibunya tanpa rasa bersalah, tapi saat ibunya sudah tiada, anak ini jadi…

Tadi sebelum solat jumaat ada Tazkirah di Masjid..Dalam tazkirah tersebut ada menceritakan satu kisah yang sangat menyentuh perasaan dan ingin saya kongsikan pada sahabat 2 semua…semoga ianya menjadi Tauladan pada kita.Insyallah,amin…

“Dikisahkan ada seorang pemuda yang telah insaf berjumpa dengan seorang Ustaz untuk memohon maaf atas segala kesalahannya yang lampau..Beliau dahulu semasa muda tergolong dalam kalangan muda mudi yang liar..”

“Ustaz itu berkata bertaubatlah,insyallah pasti Allah akan mengampunkan segala dosa yang telah beliau lakukan…Tetapi beliau terus menangis dan mengatakan yang dosa beliau terlalu besar…Ustaz itu bertanya dosa apa yang telah dilakukannya..??Pemuda itu berkata dia berdosa pada Ibunya..Ibunya kini telah meninggal dunia..”

“Pada suatu petang dibulan Ramadhan Ibunya menyuruhnya membeli barang dapur untuk dimasak bagi hidangan berbuka puasa..Pemuda ini enggan kerana dia tidak berpuasa..dan memang sikapnya yang sering melawan cakap Ibu..Ibunya menyuruhnya lagi beberapa kali dan pemuda itu pun pergilah ke pasar dan pulang membawakan daging buat Ibunya..”

“Sampai sahaja dirumah,pemuda itu terus melemparkan daging itu pada Ibunya…Ibunya ambil,masak dan berbuka dengan daging tersebut…”

“Kini Ibu saya dah tiada Ustaz..setiap petang Ramadhan saya akan menyesal dengan perbuatan saya ini Ustaz..Ustaz tahukah daging apa yang saya belikan pada Ibu saya..???Yang Ibu saya makan Ustaz…???

“SAYA BELI DAGING ‘BABI’ UNTUK IBU SAYA USTAZ…IBU SAYA MAKAN DAGING ‘BABI’ YANG SAYA BELI USTAZ…!!”

“Pemuda ini sangat menyesal atas kesilapan yang telah beliau lakukan pada Ibunya itu..Nasihat Ustaz tersebut :

1.Bertaubatlah pada Allah,semoga Allah akan mengampunkan dosa – dosa kamu..

2.Mendoakan keampunan dosa – dosa Ibumu.

3.Menjelaskan hutang Ibumu jika ada.

4.Membayarkan zakat Ibumu jika masih tertunggak.

5.Mengqada’kan puasa Ibumu.

6.Membayarkan fidyah puasa Ibumu.

7.Menghubungkan tali silaturrahim adalah termasuk dalam perkara yang amat penting dan ianya merupakan salah satu tuntutan syariat yang harus mendapat perhatian utama dari umat Islam. Mengeratkan hubungan silaturrahim dan berbuat baik dengan kaum kerabat dan sahabat ibu bapa adalah sebahagian daripada cara berbuat amal untuk keduanya yang telah meninggal dunia.

8.Menziarahi kubur ibu bapa adalah sunat muakkad dan besar ganjarannya disisi Allah. Adalah lebih baik jika diziarahi pada setiap hari Jumaat dan dibacakan surah Yaasiin untuknya. Kelebihan mengenang ibu bapa dengan berdoa dan menziarahi kuburnya membawa kebajikan yang bukan sahaja kepada anak-anak yang solehtetapi juga kepada anak yang derhaka.

9.Membuatkan haji untuknya

“Insyallah,semoga Allah akan mengampunkan segala dosa – dosa kamu…Amin.”

Dari Abi Hurairah Ra, Rasulullah naik ke atas mimbar, kemudian beliau berkata : “Amin..amin. .amin..”.

Kemudian ditanyakan (para sahabat), kepada beliau : “Wahai Rasulullah, saat Engkau naik ke atas mimbar, Engkau mengatakan Amin 3 kali, apakah sebabnya?”

“Jibril telah datang kepadaku dengan mengatakan : “Sesiapa yang telah datang kepadanya bulan Ramadhan, tetapi dia tidak dapat ampunan Allah, maka dia dimasukkan kedalam api neraka, dan Allah jauh dari dirinya, maka katakanlah :Amin” .Kemudian aku mengaminkannya.

“Dan sesiapa yang dapat bersama orang tuanya (ketika keduanya masih hidup), atau salah satu di antara kedua orang tuanya masih hidup, padahal dia mampu berbuat baik untuk kedua atau salah satu di antara keduanya, tetapi dia TIDAK berbuat baik kepada keduanya, atau salah satu di antara keduanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka, dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka aku katakan : Amin”

“Dan sesiapa yang namaku disebutkan di hadapannya , kemudian dia tidak berselawat untukku, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka katakanlah (wahai Muhammad SAW) (amin), maka aku katakan “Amin”.

(H.R Ibnu Hibban di dalam kitab sahihnya 3:188)

Kredit : Bulletin Media

.

Kisah Anak Derhaka Yang Masuk Syurga, Hanya Karena Satu Hal Ini..!

Anak yang tidak mendengarkan kata-kata oangtuanya, tapi kok bisa masuk Surga? Kira-kira kebayang gak? Hmmm.. Ceritanya begini, suatu hari pada zaman Rasulullah SAW. Ada seorang keluarga, saat itu si suami sedang pergi keluar untuk berdagang, si suami berkata kepada istrinya untuk tidak keluar rumah sebelum suaminya kembali pulang.

Pesan ini benar-benar disimpannya baik-baik oleh istrinya. Ia pun tidak keluar rumah sesampai suaminya kembali pulang. Namun suatu ketika, ia didatangi tamu dari salah seorang kerabatnya. Mengabari bahwa Ibunya sedang sakit keras, ia diminta untuk datang kembali kepada Ibunya.

Namun si istri menjawab, “Aku menjaga amanah dari suamiku, untuk tidak bisa keluar rumah sebelum ia kembali dari rumah ini”,

Jawab si istri kepada sanak kerabatnya, “Sampaikan salam dan maaf ku kepada ibuku” sambungnya.

Kerabatnya pun kembali ke kampung halamannya. Menyampaikan pesan dari anaknya itu kepada Ibunya yang sakit keras. Namun di tempat lain, si istri ini-sebut saja Fulanah. Sebenarnya ingin sekali menjenguk Ibunya yang sedang sakit keras.

Beberapa hari kemudian, sanak keluarganya yang lain kembali datang kepada Fulanah untk menyampaikan berita yang sama. Ibunya sakit keras, ia diminta untuk pulang saja kerumah. Lagi-lagi Fulanah menolaknya, ia tidak bisa menjenguk
Ibunya.

Akhirnya, hingga Ibunya meninggal dunia. Fulanah didatangi kembali oleh sanak keluarganya.

“Ibumu telah meninggal dunia, maukah kamu datang untuk menjenguk jasad Ibumu untuk yang terakhir kalinya?”.

Fulanah hanya menjawab, “Innalillaahi wa ina ilaih Raji’un. Sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak bisa pergi dari sini!”

Sanak keluarganya sudah tidak bisa berpikir lagi saat itu. Hingga ia berkata, “celakalah kamu Fulanah!!! Saat Ibumu sakit, engkau tidak datang. Saat Ibumu sekarat, kamupun juga tidak datang. Dan disaat seperti ini, Ibumu sudah meninggal dunia, tapi kamu tidak datang???!!”

Kerabatnya benar-benar marah pada saat itu. “Maafkan saya kerabatku, sesungguhnya aku ingin tiba ke pemakaman Ibu. Tapi aku tidak bisa pergi dari rumah ini!” jawab Fulanah.

Kerabatnya sudah tidak habis fikir dengan Fulanah, di jalan, hatinya benar-benar emosi nggak karuan akhirnya, si kerabat pun meninggalkan rumah Fulanah dengan kecewa.

Hingga pada suatu hal, sang kerabat yang masih tidak suka dengan sikap keluarganya ini akhirnya berniat menanyai Rasulullah SAW, “wahai Rasulullah SAW, kerabatku telah seperti ini dan seperti itu” kata kerabat ini menceritakan kejadian si Fulanah.

Namun Rasulullah SAW hanya menjawab, “Beruntung sekali sang Ibu, ia akan masuk surga bersama si Fulanah.”

Si kerabat ini heran, kenapa bisa si Fulanah masuk surga? Bukannya ia sudah berlaku kurang ajar kepada Ibunya. “Kenapa keduanya masuk surga, Ya Rasulullah?”

“Si Ibu telah berhasil mendidik anaknya dengan baik. Sedang si Fulanah berhasil menjaga amanah dari suami dan Ibunya”, jawab Rasulullah SAW dengan tegas.

Begitulah kisah cerita pada zaman Rasulullah SAW. Maaf kalo tulisan ini dibuat begini, entah udah pernah denger ato baca di mana, ini cuma buat ngingetin dan juga bahan pembelajaran bersama aja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*